This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Tips dan Trik Matematika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips dan Trik Matematika. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Januari 2013

Rumus Dasar untuk Menentukan Volume Bangun Ruang

Pada pelajaran matematika tentang bangun ruang di SMP dan SMA, kita diajarkan untuk menentukan volume dari berbagai bangun ruang seperti tabung, kerucut, kubus, balok, dan lain sebagainya. Hambatan paling utama dalam menentukan volume berbagai bangun ruang adalah kita lupa akan rumus. Hal ini disebabkan karena satu bangun ruang memiliki satu rumus, sehingga terlalu banyak rumus yang harus dihafalkan. Tapi, sebenaranya hanya terdapat tiga rumus dasar untuk menentukan volume bangun ruang, karena hanya terdapat tiga tipe bangun ruang yang kita pelajari di SMP dan SMA yaitu prisma, limas, dan bola. Adapun, karakteristik dari ketiga bangun ruang tersebut adalah sebagau berikut.
1.         Prisma adalah bangun ruang yang sisi bawah (biasanya kita menyebutnya alas) dan sisi atasnya sama. Sisi bawah dan sisi atas berupa bangun datar. Contoh prisma adalah tabung, kubus balok, dan lain-.
2.         Limas adalah bangun ruang yang sisi bawahnya berupa bangun datar dan puncaknyaberupa titik. Contoh lias adalah kerucut, piramida, dan lain-lain
3.         Bola adalah tipe bangun ruang khusus, sehingga diperlukan rumus tersendiri untuk menentukan volumenya.
Ketiga rumus untuk menentukan volume ketiga bangun ruang di atas adalah sebagai berikut.
1.         Volume prisma = luas alas x tinggi
2.         Volume limas = (luas alas x tinggi) : 3
3.         Volume bola = (4/3 x π x r3), r = jari-jari bola
            Sebagai contoh, kita akan menghitung volume balok ABCD EFGH denngan alas ABCD, panjang AB  = 7 cm, panjang BC = 4 cm, dan panjang CG = 5 cm. karena kita mengetahui bahwa balok termasuk prisma, maka kita bias menghitung volume balok dengan rumus volume prisma.
Volume balok = luas alas x tinggi
                        = (7 cm x 4 cm) x 5 cm
                        = 140 cm3
            Untuk menghitung volume bangun ruang yang lain, anda cukup tentukan apakah bangun ruang tersebut termasuk limas, prisma, atau bola. Selanjutnya anda tinggal gunakan rumus yang sesuai dengan tipe bangun ruang yang akan anda hitung volumenya.

Rumus Dasar Untuk Menetukan Luas Bangun Datar

Rumus Dasar untuk Menentukan Luas Bangun Datar

            Dalam pelajaran geometri tentang bangun datar, terkadang kita lupa akan rumus luas bangun-bangun datar seperti persegi, persegi panjang, laying-layang, trapesium, jajaran genjang, dan lain sebagainya. Tapi tahukan anda sebenaranya semua bangun datar memiliki dua rumus dasar untuk menentukan luasnya. Adapun kedua rumus dasar tersebut adalah
1. (panjang sisi atas + panjang sisi bawah) x tinggi : 2
2. (panjang diagonal 1 x panjang diagonal 2) : 2 ,diagonal 1 dan diagonal 2 saling tegak lurus.
            Contohnya, kita akan menghitung luas persegi panjang ABCD dengan panjang AB 5 cm dan panjang BC = 3 cm. Dalam contoh ini dapat diketahui bahwa panjang sisi atas = panjang sisi bawah = 5 cm, dan tinggi = 3 cm. Apabila kita menggunakan rumus dasar luas bangun datar yang pertama diperoleh :
Luas persegi panjang ABCD = (5 cm + 5 cm) x 3 cm : 2
                                                = 10 cm x 3 cm : 2
                                                = 15 cm2
Apabila kita menggunakan rumus luas persegi panjang yang selalu kita pakai, yaitu panjang x lebar untuk menghitung luas persegi panjang ABCD di atas, maka kita akan memperoleh hasil yang sama, 15 cm2.
            Lalu, bagaimana dengan luas segitiga? Katakanlah kita memiliki segitiga siku-siku ABC dengan siku-siku di B dan panjang AB = 4 cm dan panjang BC = 3 cm. Maka kita ketahui bahwa pada segitiga ABC tersebut tinggi = 3 cm, panjang sisi bawah = 4 cm dan panjang sisi atas = 0 cm, karenan sisi atas hanyalah berupa titik, yaitu titik C. Sekarang kita dapat menggunakan rumus luas bangun datar yang pertama untuk menentukan luas segitiga ABC.
Luas segitiga ABC      = (4 cm + 0 cm) x 3 cm : 2
                                    = 4 cm x 3 cm : 2
                                    = 6 cm2
            Biasanya, rumus dasar luas bangun datar yang kedua digunakan untuk menentukan luas laying-layang dan berbagai bangun datar yang hanya diketahui panjang diagonal-diagonalnya dan diagonal-diagonalnya saling tegak lurus.
Semoga artikel yang saya tulis ini berguna bagi para pengunjung.